Pages

20130430

Hadis - Sombong (5)

Ibrahim bin Ya'kub menceritakan kepada kami, Shafwan bin Shaleh memberitahukan kepada kami, Al Walid bin Muslim memberitahukan kepada kami Syu'aib bin Abi Hamzah memberitahukan kepada kami dari Abiz Zanad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, iaini seratus kurang satu, barang siapa menghafalnya, nescaya masuk syurga. iaitu (Allah tiada Tuhan selain Dia) (Yang Maha Pengasih) (Yang Maha PenYaYang) (Maha Raja) (Yang Maha Suci dari kecacatan) (Yang Maha Selamat dan cacat dan kerosakan) (Yang Maha Memberi keamanan) (Yang Maha Saksi) (Yang Maha Kuat) (Yang Maha Perkasa) (Yang Memiliki Kebesaran) (Yang Menciptakan segala sesuatu) (Yang menciptakan sesuatu tanpa contoh sebelumnya). (Yang membentuk semua yang ada) (Yang Maha Pengampun) (Yang Maha Menang) (Yang Maha Pemberi) (Yang Maha Pemberi Rezeki) (Yang Maha Pembuka pintu rezeki dan rahmat). (Yang Maha Mengetahui). (Yang mengambil rezeki dan lain-lainnya dari hamba-Nya) (Yang Melapangkan rezeki) (Yang merendahkan orang-orang sombong). (Yang meninggikan darjat orang yang mukmin). (Yang memberi kemuliaan) (Yang memberi kehinaan) (Yang Maha Mendengar) (Yang Maha Melihat) (Yang Adil) (Yang Maha Pengasih) (Yang Maha Waspada) (Yang Maha Pemurah) (Yang Maha Agung) (Yang Maha Pengampun) (Yang Maha bersyukur iaitu memberi pahala banyak terhadap amal yang sedikit). (Yang Maha Tinggi) (Yang Maha Besar) (Yang Maha Penjaga) (Yang Maha Memelihara) (Yang Maha Cukup) (Yang Maha Agung) (Yang Maha Pemurah) (Yang Maha Penjaga) (Yang Maha Mengabulkan doa) (Yang Maha melapangkan) (Yang Maha Bijaksana) (Yang Maha Mengasihi) (Yang Maha Mulia) (Yang membangkitkan semua makhluk setelah mati). (Yang menjadi saksi atas segala sesuatu) (Yang hak adaNya) (Yang mengurusi urusan hamba-Nya) (Yang Maha Kuat) (Yang Maha Kukuh) (Yang Maha Penolong) (Yang Maha Terpuji) (Yang menghitung segala sesuatu) (Yang menciptakan sesuatu pertama kali), (Yang mengembalikan makhluk) (Yang menghidupkan) (Yang mematikan) (Yang Maha Hidup) (Yang berdiri sendiri) (Yang Maha Menemukan) (Yang Maha Dermawan) (Yang Mahd Esa) (Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) (Yang Maha Kuasa) (Yang Maha Kuasa) (Yang mendahulukan) (Yang mengakhirkan) (Yang Pertama) (Yang lebih jelas) (Yang samar dari penglihatan makhlukNya) (Yang menguasai) (Yang Maha Tinggi) (Yang Maha Baik) (Yang Penerima taubat) (Yang Berat siksaNya) (Yang Maha Pengampun) (Yang Maha Pengasih) (Raja semua raja) (Yang memiliki keagungan dan kemulian) (Yang Adil) (Yang mengumpulkan) (Yang Maha Kaya) (Yang memberi kekayaan) (Yang mencegah) (Yang memberi mudharat) (Yang Memberi manfaat) (Cahaya yang kerananya orang yang buta dapat melihat) (Yang memberi petunjuk) (Yang menciptakan tanpa contoh) (Yang Kekal) (Yang mewarisi semua makhluk dan kekal) (Yang memberi petunjuk) (Yang Maha Sabar/tidak segera menurunkan seksa kepada hamba-hambaNya yang maksiat). Hadis ini adalah gharib tidak hanya seorang meriwayatkannya kepada ku dari Shafwan bin Shaleh dan kami tidak mengetahuinya selain dari hadis Shafwan bin Shaleh dan ia adalah orang yang dapat dipercaya menurut para ahli hadis dan hadis ini juga diriwayatkan dengan sanad lain dari Abu Hurairah dari Nabi SAW dan pernah mengetahui dalam kebanyakan riwayat hadis menyebutkan semua nama Allah selain dalam hadis ini dengan sanad selain dengan sanad ini dari Abu Hurairah dari Nabi SAW dan menyebutkan dalam hadis tersebut nama nama Allah tapi sanadnya tidak sahih/kuat. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 3574).

Mewartakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, mewartakan kepada kami Al-Husain bin 'Ali, dari Ibnu Abu Rawwad, dari Salim, dari ayahnya, dari Nabi saw. Beliau bersabda: "Melepaskan/menjuntaikan -pakaian" terdapat pada sarung, gamis dan serban. Barangsiapa yang menyeret sesuatu dengan sombong, maka Allah tidak akan melihat/mengasihinya pada hari kiamat". Abu Bakr berkata: Alangkah asingnya --pengertian- ini. (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 3576).

Dari Ibnu 'Umar, Rasulullah saw. bersabda: "Allah tidak akan melihat kepada orang yang berpakaian terlalu dalam sampai terseret di tanah, kerana kesombongannya." (Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. Hadis Nombor 1674).

Ahmad bin Mani' menceritakan kepada kami, Marwan bin Muawiyah memberitahukan kepada kami dari Al A'masy dari Dzar dari Yusai' dari An Nu'man bin Basyir dari nabi SAW. bersabda: "Doa itu otaknya ibadah kemudian beliau membaca: (Dan Tuhan mu berfirman: "Mintalah kepada Ku nescaya Aku kabulkan permintaanmu, sesungguhnya orang-orang sombong enggan menyembah Ku, mereka akan masuk neraka dengan hina dina "). S. Az Zumar.60. Hadis ini adalah hasan sahih dan hadis ini juga diriwayatkan Manshur dan Al-A'masy dari Dzarr dan aku tidak mengetahui selain dari hadis Dzarr. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 3432).

Dari Haritsah bin Wahab r.a. katanya dia mendengar Nabi saw. bersabda: "Mahukah kamu sekalian ku beritahukan siapa penduduk syurga?" Jawab para sahabat, "Tentu, ya Rasulullah!" Sabda beliau, "Orang-orang daif bila dihina orang, lalu dia bersumpah dengan menyebut nama Allah (dan mendoa kepada-Nya), maka doanya sungguh diperkenankan Allah." Kemudian beliau bertanya pula, "Mahukah kamu ku beritahukan siapa penduduk neraka?" Jawab mereka, "Tentu!" Sabda beliau, "Setiap orang yang kasar, besar mulut, angkuh, mewah namun kikir dan sombong." (Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2436).

Dari Sa'id AJ-Muqbiry dari Abu Hurairah r.a, bahawa Rasulullah saw bersabda: "Empat orang yang dibenci oleh Allah, iaitu: penjual yang mengucapkan sumpah palsu, orang fakir yang sombong, orang tua yang penzina dan pemimpin yang zalim." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 3. Hadis Nombor 2436).

Ali bin Khasram menceritakan kepada kami, Isa bin Yunus memberitahukan kepada kami dari Musa bin Ubaidah dari Ayub bin Khalid dari Maimunah binti Saad (pembantu Nabi saw) berkata: Rasulullah saw bersabda: "Perempuan-perempuan yang menyombongkan berpakaian (berhias) tidak ada suaminya, adalah seperti gelapnya hari kiamat, yang tidak ada cahaya baginya". Saya tidak mengetahui hadis ini, kecuali dari hadisnya Musa bin Ubaidah. Musa bin Ubaidah dianggap lemah di dalam hadis dari segi hafalannya; ia adalah orang yang jujur. Syu'bah dan As Syauri telah meriwayatkan hadis ini darinya dan sebahagian perawi telah meriwayatkan hadis ini dari Musa dan Ubaidah dan ia tidak merafakkannya. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 2. Hadis Nombor 1176).

Maksudnya: Abdullah bin Mu'awiyah Al-Jumhi menceritakan kepada kami, Abdul 'Aziz bin Muslim memberitahukan kepada kami dari Al-A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "bahagian depan dari neraka keluar pada hari kiamat dengan memiliki dua mata untuk melihat, memiliki dua telinga untuk mendengar dan memiliki mulut untuk berbicara. Ia berkata: "Sungguh aku diserahi terhadap tiga orang iaitu setiap orang yang angkuh lagi sombong, setiap orang yang menyembah Tuhan lain beserta Allah dan orang-orang yang ahli gambar". Hadis ini adalah hadis hasan sahih gharib. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 2700).

Mewartakan kepada kami 'Ali bin Al-Mundzir; mewartakan kepada kami Ibnu Fudhail; mewartakan kepada kami 'Atha- bin As-Saib, dari Abu 'Abdurrahman As-Sulamiy, dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi Saw, beliau bersabda: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (godaan) syaitan yang terkutuk, dan godaannya dan hembusannya dan ludahanya." Dia berkata: "Godaannya adalah ling-lung, dan ludahnya adalah sya'ir (batil) dan hembusannya adalah kesombongan." Dalam Az-Zawa-id: Dalam isnadnya ada pembicaraan, kerana 'Atha- bin As-Sa-ib rusak akalnya pada saat-saat akhir hidupnya. Muhammad bin Fudhail mendengar dari 'Atha- sesudah dia rusak akalnya. Dan mengenai pendengaran Abu 'Abdurrahman As-Sulamiy dari Ibnu Mas'ud ada pembicaraan. Syu'bah berkata: Dia tidak mendengar. Ahmad berkata: Aku berpendapat seperti kata Syu'bah dan keduanya. Abu 'Amr Ad-Daniy; Abu 'Abdurrahman mengambil qiraat dari fihak 'Utsman dan 'Ally serta Ibnu Mas'ud sekian. Dalam hadis ini telah diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Tirmidziy dan An-Nasa-iy dari hadis Abu Sa'id Al-Khuddriy. (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 1. Hadis Nombor 0808).

Dari Humaid dan Anas ra berkata: "Rasulullah saw biasa membaca doa: "Allaahumma innii a'uudzu bika minal kasali wal harami wal jubni wal bukhli wa suu-il kibari wa Hnatid dajjaali wa'adzaabil qabri (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, ketuaan, rasa takut, sifat bakhil, buruknya sifat sombong, cubaan Dajjal dan seksa kubur)." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 5. Hadis Nombor 5340).

20130429

Hadis - Sombong (4)


Ahmad bin Al-Hasan bin Khirasy Al-Baghdadi menceritakan kepada kami, Habban bin Hilal memberitahukan kepada kami Mubarak bin Fadhalah memberitahukan kepada kami, Abdur Rabbih bin Said memberitahukan kepada ku dari Muhammad bin Al-Munkadir dari Jabir bahawa Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya orang yang sangat dicintai olehku dan orang yang paling dekat kedudukannya dari ku di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling dibenci olehku di antara kamu dan orang yang paling jauh dari ku di hari qiamat adalah orang yang banyak bicara, dan orang yang melantur dan keji, dan mutafaihiqun?" Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, sungguh kami telah mengerti orang yang banyak bicara dan tapi apa erti AI-Iyiutafaihiqun?" Beliau bersabda: "iaitu orang yang sombong." Dalam bab ini terdapat hadis dari Abi Hurairah. Hadis ini adalah hasan gharib dari sanad ini. Ats-Tsartsyar: orang yang banyak bicara, AI-Mutasyaddiq: orang yang melantur dan keji dalam perbuatan kepada manusia. sebahagian ahli hadis meriwayatkan hadis ini dari AI-Mubarak bin Fadhalah dari Muhammd bin Al-Munkadir dari Jabir dari Rasulullah saw. tapi tidak menyebutkan didalam sanadnya dari Abdu Rabbih bin Said, dan hadis ini adalah lebih sahih. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 3. Hadis Nombor 2087).

Ali bin Said Al-Kindi menceritakan kepada kami, Abu Muhayyah memberitahukan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair dari anak laki-laki saudara ku Abdullah bin Salam berkata: "Ketika Utsman hendak dibunuh, Abdullah bin Salam datang lalu Utsman berkata kepadanya: "Apa yang mendorong kamu datang?' Dia menjawab: "Aku datang untuk menolongmu." Utsman berkata: "Keluarlah, hadapilah orang-orang itu lalu usirlah mereka dari sisiku kerana kamu keluar adalah lebih baik bagi ku daripada kamu masuk di dekatku." Rawi berkata: "Lalu Abdullah bin Salam keluar menghadapi orang-orang yang mengepung Utsman kemudian dia berkata: "Hai manusia! sesungguhnya namaku pada zaman Jahiliyah adalah Fulan lalu Rasulullah SAW memberi nama kepada ku Abdullah dan ayat-ayat dari kitab Allah turun mengenai aku dan turun mengenai aku ayat: (Dan seorang dari Bani Israil mengakui kebenaran yang serupa dengan yang tersebut dalam Al Quran lalu ia beriman, sedangkan kau menyombongkan diri, Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang zalim). (Al-Ahqaqj. 10). Dan turun pula ayat mengenai aku: (Cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan antara kamu atas kebenaranku dan orang yang memiliki pengetahuan Al-Kitab). S. Ar Ra'ad.• 43. Sesungguhnya Allah mempunyai pedang yang berada dalam sarungnya dari pada kamu dan sesungguhnya para malaikat bertetangga denganmu di negeri ini di mana Nabimu tinggal di dalamnya, maka takutlah kepada Allah dari membunuh orang ini (Utsman bin Affan). Demi Allah kalau kamu membunuhnya, sungguh kamu telah mengusir tetangga-tetanggamu iaitu para malaikat dan sungguh kamu akan ditanya tentang pedang yang ada dalam sarungnya dari kamu maka pedang itu tidak dimasukkan dalam sarungnya sampai hari Qiamat". Rawi berkata: Mereka berkata: "Bunuhlah orang Yahudi ini dan bunuhlah Utsman." Hadis ini adalah hadis gharib dan Syuaib bin Sofwan juga meriwayatkannya dari Abdul Malik bin Umair dari Ibnu Muhammad bin Abdillah bin Salam dari datuknya iaitu Abdillah bin Salam. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 3309).

Mewartakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar dan Muhammad bin Ash-Shabbah, keduanya berkata. Mewartakan kepada kami 'Abdul-'Aziz bin Abu Hazim; mewartakan kepadaku ayahku, dan 'Ubaidullah bin Miqsam, dari 'Abdullah bin 'Urnar, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, sedangkan beliau di atas mimbar: "Al-Jabbar- Allah Yang Maha Pemaksa- mengambil langit dan bumi-Nya dengan tangan-Nya (Dan Dia menggenggam tangan-Nya, lalu menggenggam langit dan bumi tersebut dan membentangkannya) kemudian berfirman: "Akulah Yang Maha Pemaksa, dan Akulah Raja diraja. Dimanakah mereka yang berlaku sewenang-wenang itu? dimanakah mereka yang bersikap sombong itu?" Perawi melanjutkan: Sedangkan Rasulullah saw. memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, sampai-sampai aku melihat mimbar tersebut bergoyang sedikit bahagian bawahnya. Sampai-sampai aku mengatakan: "Apakah mimbar itu akan roboh bersama Rasulullah saw..". Dalam Az-Zawa-id: Dalam isnadnya da zakariyya, dia itu daif. (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 4275).

Dari Nafi' dan ibnu Umar ra berkata: "Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengangkat pakaiannya kerana rasa sombong, maka pada hari kiamat Allah tidak melihat padanya." Maka Ummu Salamah bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang harus diperbuat wanita terhadap hujung bajunya?" Jawab beliau: "Hendaklah mereka menurunkannya sejengkal." Kata Ummu Salamah: "Kalau begitu tapak kaki mereka masih kelihatan." Jawab beliau: "Hendaklah mereka menurunkannya sehasta lagi dan jangan lebih dari itu." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 5. Hadis Nombor 5181).

Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Ada tiga golongan, di mana Allah tidak akan bercakap kepada mereka, tidak membersihkan mereka daripada dosa, Kata Mu'awiyah, juga tidak akan menengok kepada mereka, bahkan mereka mendapat seksa yang pedih: (1) Orang tua penzina; (2) Raja (penguasa) pembohong; (3) Si miskin yang sombong." (Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0084).

Mewartakan kepada kami 'A'liy bin Muhammad, mewartakan kepada kami Sufyan bin "Uyainah, dari Al-'Ala bin Abdur-Rahman, dari ayahnya, dia berkata: Saya berkata kepada abu Sa'id: "Apakah kamu mendengar dari Rasulullah saw. perihal kain sarung.". Dia menjawab: "Ya. Saya mendengar Rasulullah saw. mengatakan: "Bersarungnya orang mukmin hanya sampai pada pertengahan dua betisnya. Tidak berdosa baginya sesuatu antara betis dan dua mata kaki. Dan sesuatu yang paling bawah dari dua mata kaki ada dalam neraka". Beliau mengatakan sebanyak tiga kali. "Allah tidak melihat orang yang menyeret kain sarungnya, secara menyombongkan diri". (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 3573).

Hadis - Sombong (3)

Bundar menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan memberitahukan kepada kami dari Manshur dan AI-A'masy dari Dzarr dari Yusai Al-Khadzrami dari Annu'man bin Basyir berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Doa adalah ibadah, kemudian beliau membaca: (Dan Tuhan mu berfirman: Berdoalah kepada ku, nescaya Aku kabulkan permintaanmu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah ku, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina). A1 Mu'min: 60. Hadis ini adalah hadis hasan sahih. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 3299).
           
Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saW. bersabda: "Tidak dapat masuk neraka seseorang yang terdapat iman di dalam hatinya walaupun hanya seberat biji bayam; dan tidak akan masuk syurga seorang yang terdapat di dalam hatinya kesombongan walaupun hanya seberat biji bayam." (Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0072).

Dari Ibnu Mas'ud R.A. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda: "Barangsiapa memperpanjang kain sarungnya di dalam solat kerana sombong, maka Allah tidak menghalalkan baginya syurga dan tidak mengharamkan baginya neraka". Melebihi mata kaki sampai ke tanah. Menurut Abu Hanifah dan Syafi'i hukumnya ill dalam shalal adalah makruh. Menurut Malik di dalam solat boleh di luar shalai nd.il boleh. Aunul Ma'bud II, 341. (Hadis Sunan Abu-Daud Jilid 1. Hadis Nombor 0606).

Mewartakan kepada kami Muhammad bin Basysyar; mewartakan kepada kami 'Abdurrahman bin Mahdiy; mewartakan kepada kami Sufyan, dari Ma'bad bin Khalid, dia berkata: Aku mendengar Koritsah bin Wahb berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Mahukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni syurga? Yaitu, setiap yang lemah dan dipandang lemah. Mahukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni neraka? Yaitu tiap orang yang keras hati, kaku tabi'at dan sombong". (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 4116).

Mewartakan kepada kami Muhammad bin Yahya, mewartakan kepada kami Ibnu Abi Maryam, memberitakan kepada kami Yahya bin Ayyub, dari Ibnu Juraij, dan Abuz-Zubair, dari Jabir bin Abdullah: Bahawasanya Nabi SAW. bersabda: "Janganlah kamu sekalian belajar ilmu untuk menyombongkan diri kepada para ulama, janganlah untuk menghina orang-orang bodoh dan janganlah kamu sekalian agar menjadi pilihan suatu majlis. Barangsiapa yang melakukan demikian, maka neraka, sekali lagi, neraka adalah tempatnya." Dalam Az-Zawaid: Para tokoh isnad ini adalah terpercaya. Ibnu Hibban meriwayatkan hadis ini dalam kitab Sahihnya. Dan Al-Hakim meriwayatkannya sebagai hadis marfu' dan mauquf. (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 1. Hadis Nombor 0254).

Dari 'Amr ibnu Syu'aib dari ayahnya dari datuknya r.a, berkata Rasulullah saw bersabda: "Makanlah kamu dan bersedekahlah serta berpakaianlah dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak sombong." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 3. Hadis Nombor 2419).

Maksudnya: Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Nu'aim memberitahukan kepada kami, Sufyan memberitahukan kepada kami dari Ma'bad bin Khalid berkata: "Aku mendengar Haritsah bin Wahb AI-Khuza'i, berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Maukah aku memberitahukan kepada mu tentang penghuni syurga iaitu setiap orang lemah yang memandang dirinya lemah, seandainya ia bersumpah dengan nama Allah, nescaya dia melaksanakannya dengan baik. Mahukah aku memberitahukan kepada mu tentang penghuni neraka iaitu orang keras kepala, kasar, sombong" Hadis ini adalah hadis hasan sahih. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 2732).
           
Maksudnya: "Hannad menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah memberitahukan kepada kami dari Al A'masy dari Dzarrin dari Yusayyi' Al Kindi dari - An Nu'man bin Basyr dari Nabi SAW di dalam firman Allah. (48) (Dan Tuhan mu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku nescaya ku perkenankan bagimu). Nabi bersabda: "Doa adalah ibadah" dan beliau membaca, (Dan Tuhan mu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, nescaya akan ku perkenankan bagi mu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, ia akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." Hadis ini hasan sahih. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 4049).

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abu Amir Al 'Aqadi memberitahukan kepada kami, Hisyam bin Sa'ad memberitahukan kepada kami dari Sa'id bin Abi Said dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW bersabda: "Hendaklah kaum-kaum berhenti dari membanggakan ayah-ayah mereka yang telah meninggal dunia, sesungguhnya mereka menjadi bara api neraka Jahannam atau mereka menjadi lebih hina menurut pandangan Allah daripada kumbang yang menggulingkan kotoran pada hidungnya, Sesungguhnya Allah telah menghilangkan daripadamu kesombongan Jahiliyah dan kebanggaannya terhadap nenek moyang. Sesungguhnya manusia itu adalah orang mukmin yang bertaqwa dan ada orang jahat yang celaka. Manusia, selamanya adalah keturunan Nabi Adam dan Adam diciptakan dari tanah." Dalam bab ini terdapat hadis dari Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Hadis ini adalah hasan. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 5. Hadis Nombor 4050).

Maksudnya :"Abdu bin Humaid menceritakan kepada kami, Husain bin Ali Al Ju'fi memberitahukan kepada kami, Hamzah Az Zayyat memberitahukan kepada kami dari Abu Muhtar At Thaa'i dari Ibnu Akhil Harits Al A'war dari Harits Al A'war, ia berkata: "Saya lewat di masjid, saya lihat orang-orang berolok-olok di dalam percakapan, saya masuk pada (rumah) Ali, maka saya bertanya: "Hai Amirul mukminin, apakah kamu melihat orang berolok-olok di dalam percakapan percakapan?" Ali berkata:" Apakah mereka telah melakukannya?" Saya jawab: "Ya". Ali berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Ingat", sesungguhnya itu akan menyebabkan fitnah", Saya bertanya: "Bagaimana jalan keluarnya dari padanya hai Rasulullah ?". Rasulullah bersabda: "(Berpegang) kepada Kitab Allah yang telah menceritakan orang-orang sebelummu dan berita orang-orang sesudahmu, dan sebagai penghukum apa yang terjadi antara sesamamu. Kitab Allah adalah firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil dan ia adalah bukan sebagai senda gurau, orang yang meninggalkan kitab Allah dari orang yang sombong, Allah akan membinasakannya, orang yang mencari petunjuk dari selain kitab Allah, maka Allah akan menyesatkannya, kitab Allah adalah buhul (hukum) Allah yang kuat, ia adalah yang penuh hikmah, ia adalah jalan yang lurus, ia adalah yang tidak condong pada hawa nafsu, ia tidak berat pada setiap lisan, para Ulama' tidak akan kenyang padanya, ia tidak usang dari banyaknya diulang-ulang (bacaannya), ia tidak habis-habis keajaibannya, ia adalah yang tidak henti hentinya Jin tatkala mendengarnya, mereka berkata: (Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya). Barang siapa berkata dengan Al Quran, maka benarlah ia,barangsiapa mengamalkannya, ia diberi pahala, orang yang memutuskan hukum dengannya maka ia adil dan barang siapa mengajak-ajak kepada AI Quran, ia mendapat petunjuk pada jalan yang lurus". Ambillah (kata-kata yang baik) hai A'war". Hadis. ini gharib, saya tidak mengetahui hadis ini kecuali dari hadisnya Hamzah Az Zayyat dan sanadnya majhul di dalam hadisnya Harits ada pembicaraan. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 3070).

Hadith - Muntakhab Ahadith & Riyadhus Shalihin | Karguzari Dakwah: Usaha atas Iman

Hadith - Muntakhab Ahadith & Riyadhus Shalihin | Karguzari Dakwah: Usaha atas Iman

20130428

Hadis - Sombong (2)


Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda: "Kuda dapat menjadi sumber pahala, menjadi alat untuk memenuhi keperluan, atau menjadi sebab dosa. Ia menjadi sumber pahala, kalau ia dipelihara untuk agama Allah, digembalakan di padang rumput atau di perkebunan. Seberapa sampai oleh kuda itu menurut panjang talinya di padang rumput atau di kebun itu, itu menjadi pahala bagi yang punya. Kalau kuda itu putus talinya, lalu naik ke tempat yang tinggi, jejaknya dan tahinya menjadi sumber pahala bagi yang punya. Seandainya kuda itu melalui sebuah sungai, dan ia minum di sana, sedangkan yang punya tidak berniat memberinya minum, maka yang demikian itu menjadi sumber pahala baginya. Kerana itu, kudanya menjadi sumber pahala baginya. Orang memelihara kuda untuk memenuhi keperluan hidupnya, agar ia jangan menjadi pengemis, dan tidak melupakan hak Tuhan pada waktu membebani kuda itu. Kerana kuda itu menjadi alat bagi pemenuhan keperluannya. Dan orang yang memelihara kuda kerana bongkak, sombong, dan membanggakan diri terhadap orang lain, maka kuda itu menjadi sebab dosa baginya." Orang bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang keldai. Beliau menjawab ''Tidak ada hal khusus yang diturunkan kepada ku mengenai keldai, tetapi sebuah ayat pendek lengkap telah diturunkan kepada ku, yaitu: "Siapa yang berbuat kebaikan sebesar atom pun, akan dilihatnya: siapa yang berbuat kejahatan sebesar atom pun akan dilihatnya." (Surat Al Zilzal. 7- 8) (Hadis Sahih Bukhari Jilid 3. Hadis Nombor 1150).

Dan Kharasyah ibnu Al-Hurr dari Abu Dzarr dari Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang yang Allah tidak sudi berbicara dengan mereka pada hari kiamat dan tidak sudi melihat mereka dan tidak pula akan menyucikan mereka. Bagi mereka seksa yang pedih. Mereka ialah: orang yang mengungkit-ungkit apa yang telah diberikannya, orang yang memanjangkan pakaiannya sampai dibawah mata kaki kerana sombong dan orang yang menawarkan dagangannya dengan sumpah palsu." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 3. Hadis Nombor 2424).
 
Dari Zaid ibnu Dzubyan, dia merafa'kan kepada Abu Dzarr r.a, dari Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang yang dicintai Allah, dan ada tiga orang yang dibenci oleh Allah. Adapun orang-orang yang dicintai Allah ialah; seseorang yang membuntuti seorang peminta-minta yang ditolak oleh kaumnya, lalu memberinya sedekah secara diam-diam, tiada yang tahu sedekahnya kecuali Allah dan orang yang diberinya, dan seorang yang bangun pada malam hari disaat orang-orang tidur, maka dia bangun untuk merendahkan diri kepada Allah dan membaca ayat-ayatNya, dan seorang berada ditengah-tengah pasukan, tiba-tiba bertemu musuh, maka diapun maju menyerang hingga gugur atau menang. Sedangkan tiga macam orang yang dibenci Allah ialah: Orang tua yang berzina, orang fakir yang sombong, dan orang kaya yang zalim." (Hadis Sunan An-Nasai Jilid 3. Hadis Nombor 2430).

Mewartakan kepada kami Suwaid bin Sa'id; mewartakan kepada kami 'Ali bin Mushir. Mewartakan kepada kami 'Ali bin Maimun Ar-Raqqiy; mewartakan kepada kami Sa'id bin Salamah. Semuanya dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari 'Abdullah, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Tidak akan masuk syurga, siapa saja yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi. Dan tidak akan masuk neraka (selamanya) siapa saja yang di dalam hatinya ada iman seberat biji sawi". (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 4173).

Maksudnya: Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman memberitahukan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abd Salamah dari Abu Hurairah berkata Rasulullah SAW bersabda: "Syurga dan neraka protes, lalu syurga berkata: "Orang-orang yang lemah dan miskin yang memasuki ku, dan neraka berkata: "Orang-orang yang besar kepala dan sombong yang memasuki ku", kemudian Allah berfirman kepada neraka: "Kamu seksa Ku, Aku menyeksa denganmu terhadap orang yang Aku kehendaki", dan Dia berfirman kepada syurga: "Kamu rahmat Ku, dan Aku menyayangi dengan mu siapa saja yang aku kehendaki". Hadis ini adalah hadis hasan sahih. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 2686).

Dari Iyas bin Salamah bin Akwa' r.a., dia mengatakan bahawa bapanya menceritakan kepadanya, "Seorang lelaki makan dekat Rasulullah saw. dengan tangan kiri. Maka bersabda beliau kepadanya, "Makanlah dengan tangan kanan!" Jawab orang itu, "Aku tidak bisa!" Sabda Nabi saw., "Tidak bisa? Tidak ada orang yang melarangmu melainkan perasaan sombongmu." Kata Iyas, " Orang itu benar-benar menjadi tidak dapat mengangkat tangan ke mulutnya." (Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 1943).

Maksudnya: Suwaid bin Nashr menceritakan kepada kami, Abdullah memberitahukan kepada kami, dari Muhammad bin Ajlan, dari Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari neneknya dari Nabi SAW bersabda: "Orang-orang sombong kelak dikumpulkan di hari qiamat seperti biji sawi dalam gambar laki-laki, mereka diliputi kehinaan yang datang dari setiap tempat, mereka digiring ke suatu tahanan di neraka Jahannam yang disebut Bulas di atas neraka, api segala api, mereka diberi minuman dari perasaan orang-orang ahli neraka, iaitu lumpur nanah yang mengalir dari kulit penghuni neraka". Hadis ini adalah hadis hasan. (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 2610).

Mewartakan kepada kami Abu bakr bin Abu Syaibah, mewartakan kepada kami Yazid bin Harun, memberitakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Makanlah, minumlah, bersedekahlah dan berpakaianlah kamu sekalian, selama tidak tercampur oleh pemborosan atau kesombongan". (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 3605).

Maksudnya: Hannad menceritakan kepada kami, Abul-Ahwash memberitahukan kepada kami, dari Atha' bin Saib dari ayahnya dari Abdullah bin Amr, bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Seseorang dari umat sebelum kamu keluar dengan memakai pakaian yang bagus untuk sombong, lalu Allah memerintahkan bumi maka bumi itu menangkapnya lalu ia tenggelam dengan gementar atau Rawi berkata: "Ia tenggelam dengan gementar ke dalam bumi sampai hari qiamat". Abu Isa berkata: "hadis ini adalah hadis sahih". (Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 2609).

Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah r.a., keduanya mengatakan bahawa Rasulullah saw bersabda: "Angkuh dan sombong adalah pakaian Allah Ta'ala. Maka siapa yang menyaingi pakaian-Nya, Allah Ta'ala akan menyeksanya." (Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2248).


Mewartakan kepada kami 'Amr bin 'Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al-Himshiy, mewartakan kepada kami ayahku, memberitakan kepada kami Muhammad bin' Abdur-Rahman bin 'Irq, mewartakan kepada kami 'Abdullah bin Busr, dia berkata: "Saya menghadiahi Nabi saw seekor kambing. Beliau duduk berlutut sambil makan. Lalu ada seorang Badui berkata: "Apa namanya duduk semacam ini?" Maka beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah menjadikan aku sebagai hamba yang mulia, dan tidak menjadikan aku sebagai orang yang sombong dan keras kepala". Dalam isnadnya sahih, para perawinya tsiqat. (Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. Hadis Nombor 3263).